SEKILAS TENTANG CALISTUNG
Istilah
Ca-Lis-Tung (Baca-Tulis-Hitung) mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan
masyarakat. Kegiatan Calistung merupakan kegiatan rutin dan wajib yang
setiap harinya dilaksanakan pada setiap
sekolah PAUD dan juga pada Sekolah Dasar kelas rendah (I, II dan III). Namun
tahukah anda bahwa selama ini pembelajaran Calistung pada lembaga PAUD masih
menjadi perdebatan ?
Pembelajaran Calistung kepada anak usia
dini memang sampai sekarang masih menjadi perdebatan yang seolah tidak
berujung. Ada pihak yang dengan jelas sangat menentang pembelajaran Calistung
pada anak, tetapi di sisi lain ada pula pihak yang tetap mengajarkan Calistung
pada anak dengan berbagai alasan. Sebenarnya apa yang harus dilakukan oleh
seorang pendidik ?. Pendidik merupakan orangtua anak di sekolah yang berperan
membantu anak untuk mencapai semua aspek perkembangannya. Dalam hal ini
termasuk aspek kognitif, atau yang lebih dikenal dengan aspek logika matematika
dan aspek linguistik atau perkembangan bahasa pada anak. Lalu mengapa Calistung
tidak boleh diajarkan pada anak usia dini ?.
Jika dipahami secara lebih mendalam,
yang sebenarnya menjadi permasalahan adalah bukan boleh atau tidaknya diajarkan
Calistung pada anak tetapi bagaimana cara mengajarkan Calistung pada anak.
Pembelajaran Calistung pada anak menjadi suatu hal yang dianggap kurang tepat
atau tidak boleh diajarkan karena cara pengajaran sebagian besar guru yang
selama ini digunakan adalah dengan mendikte anak, terkesan kaku, cenderung memaksakan kehendaknya pada anak atau bersikap
otoriter pada saat mengajarkan Calistung. Pembelajaran calistung pada anak
penting untuk diterapkan, tentunya dengan cara yang tepat yakni dengan tetap
memahami bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Ajari anak Calistung melalui
bermain, ajari anak Calistung dengan cara-cara yang disukainya. Tentunya hal
tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan tingkat pencapaian perkembangan
anak.[Al-Fatih]
No comments:
Post a Comment