Tuesday, May 9, 2017

Qolbun Salim (Hati yang Selamat)

Qolbun Salim (Hati yang Selamat)

images (2) (2).jpgPernahkah anda mendengar hadits rosulullah shollallahu’alaihi wa sallam yang menerangkan bahwa semua penyakit bersumber dari hati ?. Mengapa demikian ?, berikut penjelasan lengkap mengenai hal tersebut.
“Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati”. (H.R Bukhori)
Hadits tersebut menyebutkan bahwa kebaikan hati akan menentukan kebaikan seluruh tubuh, yang dimaksudkan dalam hal ini yaitu kebaikan hati seseorang akan terpancar melalui baiknya pikiran, hati, serta sikap dan perilaku seseorang. Islam menjelaskan bahwa terdapat 3 jenis hati yaitu Qolbun Salim (Hati yang Selamat), Qolbun Mayyit (Hati yang Rusak/Mati) dan Qolbun Maridh (Hati yang Sakit). Namun dalam pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai hatinya orang-orang yang beriman yakni Qolbun Salim.

“Hati seperti tanah ladang, ada yang subur dan ada yang tandus. Hatinya orang yang beriman yakni laksana tanah yang subur..” 
 
 



Qolbun Salim yang berarti hati yang selamat atau bisa juga disebut hati yang sehat dan bersih merupakan hati yang dimiliki orang-orang yang beriman. Iman yang dimaksudkan dalam hal ini adalah iman yang benar atau lurus. Dijelaskan dalam Al-Qur’an surah As-syu’ara ayat 88 dan 89 bahwa kelak di hari kiamat harta dan anak laki-laki tidak akan berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.

Ciri-ciri orang yang memiliki Qolbun Salim yaitu :
1.   Menerima kebenaran
Orang-orang yang memiliki Qolbun Salim, senantiasa menerima kebenaran. Mereka sanantiasa menerima risalah yang dibawa oleh rosulullah shollallahu’alaihi wa sallam, menerima islam dan mengikuti ajaran islam secara benar atau lurus. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Az-zumar ayat 17 yang berbunyi, “Dan orang-orang yang menjauhi Thagut yaitu tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat kabar gembira, sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu pada hamba-hambaKu“ kemudian Allah menegaskan kembali pada ayat ke-18 “(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang memiliki akal yang sehat”.
2.   Mencintai kebenaran dan terbuka dadanya untuk menerima islam
“Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman” (Q.s Al-An’am :125).
3.   Menyambut seruan iman dan mencintai usaha peningkatannya
Orang-orang yang memiliki Qolbun Salim senantiasa merasa senang dan bahagia jika mendengar seruan-seruan keimanan dan berita-berita gembira yang Allah sampaikan kepada mereka. Mereka yang memiliki hati yang bersih akan senantiasa berupaya untuk terus mendekatkan diri pada Allah dengan menempuh semua jalan kebaikan. “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti”, (Q.s Ali Imran : 193).
“Sesungguhnya di dunia ini ada syurga, barangsiapa yang dapat memasukinya, maka ia juga akan mampu memasuki syurga di akhirat. Lalu apakah syurga di dunia itu ?, yakni Syurga Keimanan..”
 
 





4.   Senantiasa berdzikir kepada Allah
Orang-orang yang memiliki hati yang bersih, mereka senantiasa mengingat Allah subhanahu wa ta’ala. Dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-A’raf ayat 201 yang berbunyi “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya)”.
“Tiang penyangga iman seseorang yakni dzikir dan syukur, dan sebaik-baik dzikir adalah membaca Al-Qur’an..”
 
 




5.   Memiliki sikap Al-yaqin kepada Allah
Senantiasa percaya dan mampu mengaplikasikan kepercayaannya. Keyakinan atau keimanan seseorang dibuktikan dalam tiga hal yaitu diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan melalui perbuatan.
6.   Memiliki kelembutan hati
“Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya sama dengan orang yang hatinya membatu ?. Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata”, (Q.s Az-Zumar : 22).
7.   Selalu mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah
Orang yang hatinya bersih dan sehat, orang yang hatinya selamat, mereka akan senantiasa mengikuti ajaran yang disampaikan oleh rosulullah shollallahu’alaihi wa sallam yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah. “Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rosul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana”, (Q.s At-Taubah :71).


Penjelasan di atas menegaskan pada kita mengenai pentingnya menjaga hati. Hanya hati orang-orang yang beriman yang akan mampu menghadap Allah di hari kiamat kelak. Maka dari itu, Hati-Hatilah dalam Menjaga Hati..[Al-Fatih]

No comments:

Post a Comment