Bagi penulis pemula, kadang memang masih terkesan ragu untuk
menghasilkan sebuah karya tulis. Perasaan minder, takut karyanya jelek dan
sebagainya selalu menghantui, yang justru itu malah menghambat dalam menuangkan
ide. Karena itu pada saat mau menulis, sebaiknya kita hilangkan dulu ketakutan
dan pikiran negatif yang ada di kepala. Yang harus di eksplore adalah pikiran
positif dan rasa percaya diri, agar ide bisa mengalir lebih lancar.
Dalam menulis sebuah cerita, ada 2 jenis
penulisan yaitu cerita pendek (cerpen) dan cerita panjang (novel). Perbedaan
yang paling jelas antara cerpen dan novel adalah dari durasi ceritanya. Jika
cerpen biasanya ditulis dengan menggunakan 500-10.000 kata atau sekitar 3-10
lembar kertas A4, sementara novel tidak ada batasannya atau tergantung
kemampuan si penulis. Tahap menulis novel komersial sudah pernah saya ulas
dalam artikel sebelumnya. Untuk kali ini saya lebih fokus untuk menjelaskan
tentang cerpen.
Pada saat menulis cerpen, kita harus cermat
dalam pemilihan kata. Hal ini dikarenakan terbatasnya durasi dan lingkup cerita
dalam sebuah cerpen. Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan, agar
cerpen yang kita buat memiliki cerita yang jelas serta dipahami oleh pembaca.
Berikut ini adalah paparannya:
1. Pemilihan Topik/Tema
Topik atau tema adalah ide cerita dari sebuah
tulisan, dan biasanya mengandung pesan, nilai-nilai atau tujuan yang akan
disampaikan kepada pembaca. Tema ini pula yang menjadi benang merah yang
menghubungkan awal dan akhir dari sebuah cerita. Karena durasi cerpen yang
pendek, maka apapun yang kita tulis harus disesuaikan dengan tema agar cerita
tidak melantur kemana-mana.
2. Pengaturan Durasi (Tempo Waktu)
Cerpen yang efektif akan berisi cerita dengan
tempo waktu yang pendek. Biasanya cerita sebuah cerpen hanya berkisar tentang
satu kejadian yang dialami oleh si tokoh cerita. Bisa jadi isi ceritanya hanya
terjadi dalam satu hari atau beberapa jam saja, tidak seperti menulis novel yang
bisa menuliskan kehidupan tokoh cerita dari mulai bayi hingga tua. Karena waktu
yang singkat inilah, usahakan agar kejadian yang kita ceritakan bisa sesuai
dengan tema cerita.
3. Penentuan Setting
Karena ini adalah cerita pendek, maka jumlah
kata yang akan kita tulis juga terbatas. Untuk itu setting atau lokasi kejadian
yang kita tentukan haruslah tepat dan mendukung jalannya cerita. Tidak perlu
banyak membuat setting, karena akan membuat jalan cerita mengambang alias tidak
jelas. Misal untuk menulis cerita tentang kisah cinta pertama, kita bisa
mengambil lokasi di sekolah, atau kampus, atau tempat kerja dan rumah si cewek.
Jadi tidak perlu kita menceritakan kejadian saat ketemu di toko buku, pasar,
taman, mall, food court dan lainnya.
4. Pemilihan Tokoh
Sebuah cerpen cukup memiliki maksimal 4 tokoh
saja untuk menjaga efektivitas cerita. Terlalu banyak tokoh akan membuat cerita
menjadi kabur. Dari tokoh-tokoh tadi, kita harus memilih tokoh utama yang akan
menjadi fokus cerita yang kita buat. Tidak perlu terlalu panjang lebar dalam
menjelaskan para tokoh, cukup singkat saja karena ini hanyalah sebuah cerita
dengan durasi yang pendek.
5. Penyisipan Dialog
Meski ini adalah sebuah cerita pendek, namun
ceritanya menjadi kurang bermakna jika hanya berisi narasi tanpa dialog. Dialog
adalah pendukung yang akan menguatkan karakter tokoh dan mempertegas jalan
cerita. Namun perlu berhati-hati dalam menyisipkan dialog ini, jangan sampai
terlalu panjang. Buat saja dialog yang bisa sejalan dengan tema. Jika terlalu
melebar, lebih baik dialog yang tidak penting dihapus saja.
6. Pembuatan Alur Cerita
Untuk membuat cerpen yang bisa membuat
pembaca akan mengikuti jalannya cerita sampai akhir, sebaiknya kita membuka
dengan sebuah paragraf yang menarik. Alur cerita selalu dimulai dengan pembuka,
kemudian inti/isi cerita dan diakhiri dengan penutupan (ending). Karena
dibatasi dengan durasi yang pendek, maka sebisa mungkin kita membuat alur
cerita yang singkat dan jelas. Tidak perlu memutar-mutar cerita sehingga
terkesan bertele-tele, yang membuat ending cerita tidak bisa klimaks. Meskipun
kita membuat alur ceritanya singkat dan jelas, tapi tetap usahakan agar pembaca
tidak bisa menebak akhir cerita secara dini istilahnya (twice ending).
Kita harus pandai membuat cerita yang membuat pembaca penasaran dan selalu
menebak-nebak hingga terus membaca hingga akhir cerita.
Bagi anda yang mempumyai pengalaman tentang
menulis silahkan berbagi di kolom komentar. [pw]

No comments:
Post a Comment