Seorang guru tak ayal merupakan sosok
orangtua bagi anak ketika anak berada di sekolah. Oleh sebab itu seorang guru
dituntut untuk memiliki berbagai keterampilan serta mampu memainkan banyak
peran dalam satu waktu. Hal tersebut tak lain dimaksudkan untuk dapat
mengoptimalkan setiap aspek perkembangan pada diri anak. Menurut Undang Undang
No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 menyatakan bahwa
pendidik merupakan tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen,
konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan
sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. Menurut Cook dan Klein (Musfiroh
dan Tatminingsih, 2016) menyebutkan terdapat beberapa kemampuan yang dibutuhkan
guru yakni sebagai berikut :
1.
Pengetahuan
dan proses pengajaran normal bagi perkembangan anak.
2.
Kemampuan
untuk mengenali gejala cacat secara spesifik.
3.
Kemampuan
untuk mengamati dan merekam kebiasaan tiap anak.
4. Kemampuan
untuk bekerja dengan santai dalam mendiagnosis masalah yang berhubungan dengan
perkembangan.
5. Kemampuan
untuk menyiapkan tujuan jangka panjang dan jangka pendek yang berkaitan dengan
perkembangan anak secara tepat dan konsisten dalam hal pembelajaran dan
pengamatan yang disesuaikan dengan jenis anak.
6. Kemampuan
untuk menyusun lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus.
7.
Mengerti
dan mempercayai, paham atas kurikulum yang digunakan.
8.
Kemampuan
untuk mengembangkan komunikasi yang efektif dan jujur dengan anak.
9. Kemampuan
untuk meningkatkan interaksi positif diantara berbagai tingkat kemampuan anak
dan budaya yang berbeda.
10. Kemampuan
untuk biasa bekerja secara efektif dan profesional bersama tim.
11. Kemampuan
untuk mengambil kebijakan, melatih, dan bekerjasama dengan profesional.
12.
Kemampuan
untuk dapat mendengarkan orangtua secara seksama dan membangun program yang
melibatkan keluarga.
13.
Kemampuan
untuk memfasilitasi pembelajaran sesuai kebutuhan anak secara optimal.
14.
Kemampuan
untuk memprakarsai proses penyerahan resmi.
15.
Kemampuan
untuk mengenali kelemahan satu sam lain dan membantu secara tepat.
Penjelasan di atas menjabarkan beberapa
kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru. Pada hakikatnya beberapa
kemampuan tersebut merupakan penjabaran dari 4 kompetensi inti yang harus
dimiliki oleh guru yakni kompetensi profesional, kompetensi pedagogik,
kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Isenberg dan Jalongo 1993
(Musfiroh dan Tatminingsih, 2016) menjabarkan peran dan tanggungjawab guru
yakni sebagai berikut :
1.
Guru
sebagai peninjau
Mengenai peran guru sebagai peninjau,
hendaknya seorang guru mampu menjadi peninjau atau pemerhati yang baik. Guru
memperhatikan anak dengan seksama saat anak sedang bermain. Hal ini dimaksudkan
agar guru dapat mengetahui apakah anak memerlukan bantuan guru atau tidak dalam
menghadapi masalah yang mereka temukan saat bermain, selain itu guru juga
diharapkn dapat mencatat mengenai peran apa yang sering anak mainkan saat
bermain, tema apa yang paling sering dipih oleh anak serta bagaimana kemampuan
anak dalam berinteraksi dan berpartisipasi dalam aktivitas kelompok.
2.
Guru
sebagai penyampai
Dalam hal ini, guru diharapkan mampu
menyampaikan hal-hal berkaitan dengan permainan yang akan dimainkan, aturan
permainan tersebut, dan lain lain.
3.
Guru
sebagai perencana
Guru harus mampu merencanakan atau
merancang pembelajaran yang didalamnya memuat permainan yang bermakna bagi anak
serta mengondisikan lingkungan yang kondusif dan penggunaan waktu yang efektif.
4.
Guru
sebagai penjawab
Di dalam pembelajaran, guru diharapkan
mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh anak, adanya
interaksi atau hubungan timbal balik yang baik antar guru dan anak akan
menimbulkan kedekatan serta hubungan yang baik pula.
5.
Guru
sebagai contoh
Terkadang guru bukan hanya berperan
sebagai pemerhati saja melainkan juga guru harus turut berpartisipasi dalam
permainan. Guru diharapkan dapat bergabung secara aktif dalam permainan dengan
bersikap secara nyata atau peran yang relevan pada permainan. Hal ini
dimaksudkan agar guru dapat mengajar anak secara individu atau berkelompok sesuai
dengan kemampuan dan sikap yang dibutuhkan anak dalam permainan.
Kegiatan
bermain merupakan kegiatan penting bagi kehidupan anak, “Dunia anak adalah
Bermain”. Kegiatan bermain yang dilakukan oleh anak merupakan salah satu faktor
yang akan memengaruhi tingkat pencapaian perkembangan anak. Oleh sebab itu,
sebagai seorang guru hendaknya mampu mengoptimalisasi peran, fungsi serta
kompetensi-kompetensi yang memang harus dimiliki oleh seorang guru agar mampu
mengoptimalkan tingkat pencapaian perkembangan anak.[Al-Fatih]
Referensi
:
Musfiroh, Tatminingsih.2016.Bermain dan
Permainan Anak.Tangerang Selatan:
Universitas Terbuka